Prodi Sosiologi Gelar Rapat Penyelarasan Kurikulum Kampus Merdeka
  • UTU News
  • 06. 07. 2020
  • 0
  • 546

MEULABOH - UTU | Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Teuku Umar (UTU) menyelenggarakan Rapat Penyelarasan Kurikum Kampus Merdeka yang diadakan di ruang rapat bersama prodi, Gedung FISIP UTU, Senin (6/7/2020).

Rapat ini dihadiri oleh Wakil Dekan 1 FISIP, Dr. Afrizal Tjoetra, M.Si, Ketua Senat FISIP UTU, Dr. Arfriani Maifizar, M.Si, Ketua Prodi Sosiologi, Nurkhalis, M.Sosio dan segenap dosen tetap prodi sosiologi. Rapat ini diadakan untuk persiapan jelang pelaksanaan kurikulum kampus merdeka yang nantinya diterapkan pemerintah di seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

Nurkhalis dalam sambutannya menyatakan berdasarkan arahan dari Rektor UTU Prof. Dr. Jasman J. Ma'ruf, SE., MBA bahwa penyesuaian kurikulum tingkat program studi harus selesai sebelum 15 Juli 2020.

Lanjut Nurkhalis dengan diterapkannya merdeka belajar maka akan mengubah struktur kurikulum secara masif dan dengan kurikulum kampus merdeka ini maka UTU harus lebih meningkatkan mutu serta harus dapat menyesuaikan.

Dr. Afrizal dalam rapat menyampaikan bahwa banyak yang harus diselaraskan dan dipersiapkan oleh seluruh prodi dilingkup FISIP dalam menghadapi merdeka belajar nantinya seperti membuat tim akademik kurikulum, kerjasama dan lain-lain.

“Dengan merdeka belajar maka harus meningkatkan kerjasama dengan dunia pendidikan maupun dunia industri lainnya. Hal ini untuk mengoptimalkan kerjasama yang sudah terjalin maupun meningkatkan atau menambah kerjasama lainnya, karena pada 5 semester belajar sesuai program studi dan untuk 3 semester lainnya dapat belajar merdeka di luar prodi maupun di luar universitas. Dan diharapkan Prodi Sosiologi mampu menyesuaikan dan dapat mendapatkan banyak manfaat dari merdeka belajar ini,” tutur Dr. Afrizal Tjoetra yang juga dosen tetap prodi Sosiologi.

Lebih lanjut Dr. Afrizal mengingatkan bahwa setiap prodi harus paham betul dengan pokok-pokok kebijakan merdeka belajar yang diantaranya pembukaan program studi baru, sistem akreditasi perguruan tinggi, perguruan tinggi badan hukum dan hak belajar 3 semester di luar program studi. Tiap prodi harus paham dalam merdeka belajar terutama hak untuk mengambil mata kuliah di luar prodi bagi setiap mahasiswa.

“Kerjasama dengan semua pihak, baik internal maupun eksternal, karena pembelajaran saat ini harus ada kerjasama dengan pihak luar. Agenda pertemuan hari ini untuk penyusunan ulang kurikulum yang sesuai dengan belajar merdeka sangat tepat, diharapkan kedepan prodi lebih siap dalam mengenalisis mata kuliah yang sesuai dengan visi misi prodi, mengarahkan mahasiswa untuk mengambil mata kuliah yang unggul di beberapa universitas, menganalisis kekuatan prodi untuk dapat ditawarkan kepada universitas lain, menganalisis beberapa mata kuliah unggul yang dapat ditawarkan ke mahasiswa luar, menganalisis keahlian masing-masing dosen sebagai kekuatan di prodi,” tutur Doktor lulusan University Sains Malaysia ini. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).

Komentar :

Lainnya :