Dosen UTU Ikuti FGD SP4N-LAPOR! Kemendikbud
  • UTU News
  • 31. 05. 2020
  • 0
  • 616

MEULABOH - UTU | Dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan pengaduan pelayanan publik LAPOR! Di Perguruan Tinggi Negeri dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menyelenggarakan Focus Group Discussion.

FGD dibagi menjadi tiga regional pelaksanaan se-Indonesia yang berlangsung pada tanggal 27, 28 dan 29 Mei 2020 secara daring melalui Aplikasi Zoom.

Universitas Teuku Umar (UTU) turut menjadi peserta FGD yang berlangsung pada hari Kamis, (28/5/2020) yang diikuti 22 perguruan tinggi dan 4 LLDikti dengan agenda Sosialisasi Fitur Baru Aplikasi LAPOR: Rules Engine 20 dan Sharing Best Practice: Pengelolaan Lapor di PTN.

Peserta yang mengikuti FGD dari Universitas Teuku Umar yakni Aduwina Pakeh, S.Sos., M.Sc, Ketua Unit Pelaksana Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dan Ishalyadi, S.KM., M.Kes Narahubung LAPOR! Universitas Teuku Umar.

Dalam materi yang disampaikan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi bahwa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadi instansi penerima laporan terbanyak keenam selama pandemi, diantara instansi yang terhubung dengan SP4N-LAPOR dan diantaranya berhubungan dengan Pendidikan Tinggi. Topik yang banyak dilaporkan terkait permohonan kebijakan keringanan biaya pendidikan, aspirasi penghapusan tugas akhir, pelaksanaan kuliah online, dan pelayanan kemahasiswaan.

Dalam FGD tersebut juga disampaikan paparan mengenai pengelolaan pelayanan publik dan ULT Dikti pada masa pandemi Covid-19 yang disampaikan oleh Pranata Hubungan Masyarakat Muda Ditjen Dikti Dinna Handini. Dijelaskan per bulan Mei 2020, laporan pengaduan yang masuk melalui aplikasi LAPOR! terkait dampak Covid-19 di perguruan tinggi sebanyak 60 laporan, dimana 40 laporan atau 67 persen telah diselesaikan, 13 laporan masih dalam proses, dan 7 laporan belum ditindaklanjuti oleh instansi yang ada di PTN dan LL Dikti.

Topik laporan pengaduan antara lain keluhan pembayaran UKT, kegiatan pembelajaran dan perkuliahan di masa pandemi Covid-19, data mahasiswa di PDDIKTI, proses penyetaraan ijasah LN, seleksi penerimaan mahasiswa baru, keluhan layanan di Perguruan Tinggi dan Ijazah yang tidak terdata di PIN SIVIL.

Kementerian PANRB dalam materinya menyampaikan bahwa telah ditetapkan Surat Edaran tentang Mekanisme Khusus Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik SP4N-LAPOR! dalam upaya penanganan dampak Covid-19 di lingkungan instansi pemerintah.

Tujuannya adalah untuk mempercepat tindaklanjut pengelolaan pengaduan, memastikan pengelolaan pengaduan berjalan dengan efektif dan memastikan pelayanan publik di instansi pemerintah berjalan secara efektif. Dalam materi juga disampaikan terkait pengembangan SP4N-LAPOR! untuk mendukung mekanisme baru antara lain form pelapor yang lebih lengkap, pemilihan kategori yang lebih intuitif, panduan pengisian laporan dan otomatisasi pengiriman laporan ke admin instansi melalui Fitur Rules Engine.

Rules Engine adalah fitur baru LAPOR! untuk automasi proses lempar dan memberikan saran disposisi aduan kepada unit pelayanan. Aduan tidak lagi masuk ke admin pusat, tapi langsung kepada instansi terkait.

Adapun peserta FGD berasal dari Deputi Bidang Pelayanan Publik kementerian PAN RB, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat kemendikbud, Koordinator Substansi Umum, Humas dan Kerjasama Ditjen Dikti, Koordinator Substansi Keuangan dan Barang Milik Negara, Serta Koordinator Layanan Terpadu Biro Kerja Sama dan Humas Kemdikbud

Sementara itu, Unsur Perguruan Tinggi terdiri UGM, UNAND, UBB Bangka Belitung, Universitas Bengkulu, Universitas Halu Oleo, Universitas Lambung Mangkurat, UNIMAL, UMRAH, Universitas Mulawarman, UNIMED, UNS Semarang, UNJ Jakarta, Universitas Indonesia, UNSYIAH, Universitas Tidar, Universitas Siliwangi, Universitas Teuku Umar, Universitas Riau, Universitas Singaperbangsa Karawang, Institut Teknologi Sumatera, Institut Pertanian Bogor, Institut Seni Budaya Indonesia Bandung, Institut Seni Indonesia Surakarta, LLDikti wilayah IV LLDikti Wilayah V, LLDikti Wilayah XI, LLDikti Wilayah XIII. (*).

Lainnya :